Sepulang sekolah aku mengunjungi Ilmi, anak kelas 8 yang sudah satu bulan tidak masuk sekolah. Kabar yang ibu dengar dia mau keluar dengan alasan tidak ada biaya/ongkos untuk pulang dan pergi ke sekolah. Ilmi tinggal dengan jarak sekitar 7 km dari sekolah. Ongkos ke sekolah Rp 4.000 perhari. Sewaktu ayahnya masih bekerja ibunya Cuma sanggup memberi ongkos Rp 2.000 perhari (ayahnya Ilmi sakit ginjal parah sampai tidak bisa berjalan) Itu pun hasil dari pinjam sana-sini. Sebelumnya Ilmi juga mendapat bantuan dari ibu guru yang baik hati yang bersedia menyediakan ongkos per bulan RP 100.000. Tapi sudah beberapa bulan ini ibu tersebut tidak memberikan ongkos tersebut, Ilmi malu untuk meminta ke rumahnya, karena takut jadi beban untuk ibu tersebut. Rumah yang dia tempati sangat-sangat tidak layak, Triska pernah menangis menceritakan rumah Ilmi. Katanya”ko Ilmi bisa tinggal dirumah seperti itu, berdempetan dengan 4 kaka dan 4 adik, dan kondisi bapak yang sakit-sakitan”.
Setelah tahu kesulitan yang dia katakan, aku berinisiatif untuk membiayai ongkos yang dia butuhkan untuk pulang dan pergi ke sekolah. Tapi Ilmi menolak karena takut jadi beban. Sayang sekali padahal Ilmi anak yang pandai di sekolah. Dia juara umum peringkat 2 di sekolah. Dia pintar berbahasa Inggris. Dia katakan mau meneruskan ke sekolah paket-B saja. Tekat ku sudah bulat, bu? katanya. aku minta dia berpikir lagi..dan memberi kesempatan kepada Ibu untuk membantu dia. Tapi sekali lagi dia geleng kepala...
Rasanya aku sudah gagal mempertahankan Ilmi. Sakit sekali hati ini..
Ternyata, setelah sekolah gratis, setelah anggaran pendidikan berubah menjadi akan 20%, setelah perhatian dunia sudah berubah terhadap pendidikan masih ada anak yang kesulitan menempuh pendidikan.
Hari gini, masih ada yang lebih parah dari kejadian laskar pelangi dulu, lintang yang terpaksa tidak meneruskan sekolah gara-gara harus berkerja untuk membiayai keluarganya. Kondisi lintang sama dengan Ilmi sekarang. Terkatung katung diantara menambah kecerdasan intelektualnya dengan kondisi harus mencari nafkah keluarga. Setelah pulang dari rumah Ilmi, setelah merasa gagal mempertahankan Ilmi, ingin rasanya aku termehek-mehek...
Setelah tahu kesulitan yang dia katakan, aku berinisiatif untuk membiayai ongkos yang dia butuhkan untuk pulang dan pergi ke sekolah. Tapi Ilmi menolak karena takut jadi beban. Sayang sekali padahal Ilmi anak yang pandai di sekolah. Dia juara umum peringkat 2 di sekolah. Dia pintar berbahasa Inggris. Dia katakan mau meneruskan ke sekolah paket-B saja. Tekat ku sudah bulat, bu? katanya. aku minta dia berpikir lagi..dan memberi kesempatan kepada Ibu untuk membantu dia. Tapi sekali lagi dia geleng kepala...
Rasanya aku sudah gagal mempertahankan Ilmi. Sakit sekali hati ini..
Ternyata, setelah sekolah gratis, setelah anggaran pendidikan berubah menjadi akan 20%, setelah perhatian dunia sudah berubah terhadap pendidikan masih ada anak yang kesulitan menempuh pendidikan.
Hari gini, masih ada yang lebih parah dari kejadian laskar pelangi dulu, lintang yang terpaksa tidak meneruskan sekolah gara-gara harus berkerja untuk membiayai keluarganya. Kondisi lintang sama dengan Ilmi sekarang. Terkatung katung diantara menambah kecerdasan intelektualnya dengan kondisi harus mencari nafkah keluarga. Setelah pulang dari rumah Ilmi, setelah merasa gagal mempertahankan Ilmi, ingin rasanya aku termehek-mehek...


2 komentar:
waduh................
mehek-mehek-mehek....
sedih yah.. kasian bgt ilmi....
trus gimana dong bi eneg.. kenapa cy dya gak mau dikasih uang...
gak mau disekolahin...
gak boleh gitu.. itu namanya dya menyerah,,,,
padahal suatu hari nanti dengan sekolahnya ituh dya bisa ngebahagian orang tuanya.. harusnya bieneng ngomong sama ibunya supaya nyuruh ilmi sekolah.......
jangan ada lintang lagi...
syang...
Bu guru yang katanya baik hati...(iya lah, iya dong,apa iyaa kah???)kayanya bu guru harus lebih keukeuh lagi membujuk ilmi.Jangan nyerah bu..kan kasian,apalagi ilmi kn berprestasi.Apa ga ada tindak lanjut dari pihak sekolah(mh..serius nya..)misalny d ksh beasiswa khusus gt.Kalo diksh beasiswa dr sklah siapa tahu ilmi smangat lg...
Posting Komentar